Di
siang hari aku hanya menyusuri aspal jalanan mengikuti ke mana awan berarak. Di
malam lampu kota yang berpijar menjadi pemanduku. Aku hanya berjalan menyisir
jalanan kota untuk mencari rumah. Hanya sebuah rumah yang layak dan mau
menerimaku. Kuketuk tiap rumah berharap agar aku
dapat tinggal di dalamnya. Menjalani hidup hingga maut menarik jiwaku.
Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan
12 Oktober 2011
10 Oktober 2011
HUJAN ADA PADA CINTA KAMI
Banyak
orang beranggapan langit cerah, tanpa awan kelabu menggantung di langit, adalah
hari yang menyenangkan. Begitu juga aku. Memiliki anggapan yang sama dengan
mayoritas suara yang berujar hari cerah sama dengan bahagia, hingga aku bertemu
dengan Novi, gadis yang kutunggu kedatangannya di restoran Italia favorit kami.
Ia yang mengenalkanku pada hujan.
27 Mei 2011
BEKAS DI BIBIR
“Lalu, gimana hubunganmu sekarang dengan Ana?” Suara lembut Asih memulai pembicaraan yang sempat terhenti, karena kesibukan dengan telepon genggam masing-masing.
11 Juni 2010
APAKAH YANG HARUS KULAKUKAN?
Dalam pelukan tersebut, Tia merasakan sebuah rasa yang salah. Ia telah jatuh cinta terhadap dua orang laki-laki dalam waktu yang sama. Ia tidak tahu akan memilih yang mana. Ia telah merasa salah dengan meninggalkan seorang laki-laki yang masih mencintainya, tetapi ia tidak sanggup juga meninggalkan laki-laki lainnya, yang telah dibuatnya untuk menaruh harapan yang besar padanya. Ia tidak tahu harus berbuat apa selanjutnya. Memperbaiki masa yang telah lalu, atau berusaha membangun sebuah harapan yang baru. Tetapi yang kini ia tahu, ia harus menyelesaikan film yang digarapnya.
Langganan:
Postingan (Atom)